Kamis, 19 Februari 2015

Mari Bangkit dengan Senyuman! (10 Tahun Tsunami Aceh)

"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah lebih mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui."
(Al-Qur'an, Surat Al-Baqarah (2), ayat 216)

Kita semua rasanya tak pernah tidak terhenyak dengan peristiwa yang terjadi 10 tahun silam. Hari ini di seluruh dunia diberitakan mengenai perkembangan kota Banda Aceh, kota tua yang bersejarah. Hancur lebur disapu ombak setinggi puluhan meter dalam tsunami di hari Minggu, 26 Desember 2004 yang turut melanda hingga belasan negara, kota ini kembali bangkit dengan semangat dan kasih sayang yang dititipkan Sang Maha Pengasih dari seluruh dunia.

Rabu paginya, sebuah sudaco alias labi-labi, sejenis angkot, menjemput kami di Banda Aceh. "Ayo cepat ikut naik, mereka bilang wabah akan segera menyebar dari mayat korban tsunami, ada kabar akan disemprotkan obat (pembasmi hama) dari udara," kata seorang Makcik yang menjemput kami mengomandoi. Dua hari sebelumnya para saudara dan kerabat datang dari kampung membersihkan rumah dari lumpur-lumpur tsunami. Tapi hari itu kami sudah harus meninggalkan rumah untuk mengungsi. Pemandangan orang mengenakan masker bukan lagi suatu hal yang asing. Meski pada akhirnya wabah yang diprediksikan tak terjadi.



Rabu, 07 Mei 2014

14 Tokoh Emansipasi Wanita dari Tanah Rencong

Tulisan: Ibnu Aswiar Putra Ibras




Aceh pernah memiliki wanita-wanita besi dalam pemerintahan dan singa betina perkasa yang ditakuti lawan dalam pertempuran di medan perang. Namun sayangnya tidak banyak terekspos oleh media dan buku sejarah di sekolah-sekolah sehingga banyak generasi muda saat ini yang melupakan atau bahkan tak pernah tahu sama sekali tentang keberadaan mereka.

Saya mencoba untuk mengumpulkan beberapa di antaranya dalam bentuk sejarah singkat yang saya sarikan dari beberapa literatur kuno dan buku sejarah lama. Pada artikel ini saya khusus mengangkat wanita-wanita besi dan singa betina dari Tanah Rencong yang terlupakan sejarah, Insya Allah di lain waktu saya akan mengekspos singa-singa jantan Aceh yang tak kalah garangnya.

Artikel ini khusus saya persembahkan untuk wanita-wanita Aceh agar lebih mengenal tokoh-tokoh emansipasi wanita dari Tanah Rencong yang patut kita banggai dan yang seharusnya lebih patut diteladani. 

Rabu, 16 April 2014

Ada Tari Likok Pulo di Malam Indonesia, Bremen

Tulisan: Ahmad Zaki

Pada hari Sabtu (12/04) yang lalu berlangsung acara Indonesischer Abend di Kampus Universitas Bremen, Jerman. Acara yang diselenggarakan oleh Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Bremen ini menampilkan Teater Roro Jongrang sebagai sajian utama. Jadilah nama resmi acara ini Indonesischer Abend - Roro Jongrang "Die Sage der 1000 Tempel" atau Malam Indonesia - Roro Jongrang "Legenda 1000 Candi". Selain itu ada juga penampilan musik, tari, pameran foto, batik dan beberapa stand yang menjual makanan khas Indonesia seperti pempek, tahu, tempe dan lain-lain.




Lakon teater legenda dari Jawa Tengah ini juga diisi dengan tarian tradisional dari berbagai daerah di Indonesia. Ikatan Mahasiswa Aceh di Jerman (IMAN) turut tampil sebagai pengisi acara. Para anggota IMAN menampilkan tarian Likok Pulo di segmen terakhir teater. Tarian ini dimasukkan sebagai bagian dari cerita. Tarian Likok Pulo ditampilkan untuk menghibur Roro Jongrang yang sedang berduka karena kematian ayahnya.

Senin, 14 April 2014

Eco Cycling - Trash Clean Up Day (2)



Info Kegiatan:

ECO - CYCLING
TRASH CLEAN UP DAY 
Theme: Dutch Historical Building in Banda Aceh
Minggu, 27 April 2014
Pukul 07.30 - 11.00 WIB

Everyone is free to join and take your kids with you. :-)

Kamis, 10 April 2014

Bergeraklah Dari Sekarang

Tulisan: Rahmat Amien

Beberapa waktu yang lalu ane mengikuti acara Ngobras (Ngobrol Asik). Ngobras ini diisi oleh pemateri-pemateri menarik, seperti Bapak Saifuddin Bantasyam dosen dan pakar politik, beliau masih dosen mata kuliah Komunikasi Politik di kampus ane. Bang Muda Bentara seorang blogger dan juga abang leting ane di kampus, Bang Askhalani dari GERAK (Gerakan Anti Korupsi Aceh) dan Bang Hijrah Saputra seorang pengusaha muda, yang menjadi inspirasi buat ane. Diskusi ringan ini begitu bersemangat dengan pemateri-pemateri hebat di bidangnya masing-masing. Dalam diskusi ini juga mengambil tema seperti di acara Indonesia Lawyer Club (ILC) di televisi Merah Putih Indonesia (TV One--admin). 

Anak muda melakukan apa merupakan tema yang usung oleh para panitia turun tangan Aceh. Hal ini sangat menarik sekali dan sayang sekali untuk dilewatkan. Dengan menghadirkan tema ala ILC (Indonesia Lawyer Club) TV One, menghadirkan suasana tersendiri dan bagi ane. 



Para pengunjung yang mengikuti Diskusi "Anak Muda Berbuat Apa"